Responsif mengharuskan prajurit memiliki kepekaan terhadap perubahan lingkungan tugas, mampu mengenali potensi ancaman sejak dini, serta bertindak cepat, tepat dan terukur ketika negara dan rakyat membutuhkan.
Sementara Integratif diwujudkan dengan membangun sinergi bersama seluruh komponen bangsa. TNI harus menjadi bagian dari kekuatan nasional dalam menjaga stabilitas, mengawal pembangunan dan mendukung kemajuan Indonesia.
Adapun Modern menuntut prajurit menguasai alat peralatan pertahanan dan keamanan serta teknologi yang menjadi tanggung jawab TNI, sehingga dapat digunakan secara optimal dan terintegrasi untuk meningkatkan daya tangkal dan daya tempur.
Sedangkan Adaptif berarti menjadikan setiap penugasan dan pengalaman sebagai bahan pembelajaran, terus melahirkan inovasi serta menyesuaikan doktrin, pendidikan, latihan dan kemampuan dengan perkembangan ancaman.
“Laksanakan kelima penekanan tersebut secara konsisten, sehingga PRIMA juga menjadi arah pengembangan kemampuan TNI dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, saat ini dan di masa yang akan datang,” tandas Danrem.
Dalam kesempatan itu, jendral bintang satu itu mengajak seluruh prajurit dan ASN TNI untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.






