HALSEL, pilarmalut.com – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memacu pemerataan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah guna mendorong kesejahteraan serta kemandirian ekonomi warga. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa konektivitas menjadi kunci utama bagi masyarakat, yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan nelayan, dalam memobilisasi serta memasarkan hasil panen.
Meski Maluku Utara mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, Sherly masih menggarisbawahi beberapa catatan terkait pertumbuhan tersebut. Menurutnya, target pembangunan tidak boleh sekadar mengejar capaian angka pertumbuhan, melainkan harus memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata di tengah masyarakat.
“Pembangunan di Maluku Utara belum sepenuhnya inklusif. Salah satu kendala utamanya adalah masalah konektivitas, karena masih banyak wilayah yang belum terhubung oleh fasilitas jalan dan jembatan yang layak,” ujar Sherly.
Menjawab tantangan tersebut, di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Harita Nickel mengambil langkah partisipatif bersama warga dengan membangun empat jembatan penghubung: Jembatan Gantung Dodoku Horikiwo di Desa Bobo, serta Jembatan Rijang, Jembatan Dial, dan Jembatan Merah Putih Sungai Doko di Desa Gambaru. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu memperkuat aksesibilitas dan memacu aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Peresmian keempat jembatan tersebut dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan prasasti di Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi. Agenda ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Danrem 152/Babullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, serta Harita Nickel.






