Hingga pertengahan Oktober 2026, penanganan telah mencakup 15 area kebakaran di kawasan operasional Gosowong serta dukungan pemadaman di 9 desa lingkar tambang termasuk area PLN Kecamatan Malifut. Pemantauan tetap dilakukan secara berkala, termasuk melalui penerbangan drone, untuk mengidentifikasi perkembangan situasi dan mengantisipasi potensi munculnya titik api baru.
Rado Lawolo menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Direksi NHM dalam penanganan karhutla di Gosowong. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan upaya penanganan berjalan dengan baik, termasuk melalui keterlibatan Tim ERT dan relawan dari berbagai departemen. Ia juga mengapresiasi dedikasi seluruh personel yang terlibat dalam menghadapi tantangan di lapangan.
“Apresiasi kami sampaikan atas kerja keras Tim ERT dan seluruh relawan dari departemen terkait yang terus berjuang mengendalikan kobaran api, termasuk dengan bekerja dalam pola siaga 24 jam. Saya juga mengingatkan bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas dalam setiap tindakan. Semangat, kedisiplinan, dan kerja sama seluruh tim sangat penting agar penanganan dapat berjalan dengan baik dan aman,” ujar Rado.
Dalam rapat evaluasi EMT pada Senin (12/10), hasil pemantauan melalui drone menunjukkan bahwa titik-titik api yang sebelumnya terpantau di kawasan Gosowong telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, NHM terus memperkuat kesiapsiagaan melalui pemantauan kondisi cuaca dan area rawan, memastikan koordinasi dan dukungan sumber daya tetap berjalan selama potensi karhutla masih ada, serta memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan dan terus menjalin komunikasi dengan masyarakat. (rd).






