“Kami tidak akan tinggal diam karena laut Obi dicemari limba Tambang,” kata koordinator aksi, Tarjo Hasan saat menyampaikan orasinya.
Menurutnya, hadirnya PT Harita di Obi di Halsel tidak membawa kesejahteraan masyarakat pulau Obi, karena masyarakat semakin menderita akibat dampak lingkungan dari operasinya PT. Harita. Sehingga, PT. Harita harus bertangunggjawab pencemaran lingkungan.
“ Laut di Obi diduga sudah tercemar akibat dari penambangan nikel. Operasi perusahaan PT Harita hanya membuat kota-kota di China, Eropa atau Amerika menjadi hijau dan ramah terhadap lingkungan. Sementara Pulau Obi harus menanggung kerusakan,” kata Tarjo.







