Pj Gubernur Malut Hadiri Rakor Antisipasi Darurat Pangan

Pj Gubernur Malut Samsuddin A. Kadir, Hadiri Rakor Antisipasi Darurat Pangan

“Adapun program dan kebijakan untuk mengurangi kerentan dan dampak perubahan iklim yaitu Pengembangan sistem komunikasi, pengembangan kelembagaan petani, Perakitan dan pengembangan model Sistem Usaha Tani Terpadu dan inovasi teknologi adaptif, Penyesuaian dan pengembangan infrastruktur pertanian, Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari, dan serta perlindungan, proteksi, dan bantuan bagi petani,” tuturnya.

Selain itu, tantangan yang ditemukan dalam pelaksanaan adaptasi perubahan iklim sektor pertanian adalah kesenjangan kapasitas petani, infrastruktur pendukung pelaksanaan adaptasi tersebut, kesenjangan antara pembuat informasi iklim (BMKG) dengan permintaan pengguna di sektor pertanian dan pembuat kebijakan.

“Tantangan lain adalah pengetahuan petani dan akses terhadap lembaga keuangan yang relatif masih terbatas,” terang Samsuddin.

Ia berharap, keterlibatan pemerintah dalam kegiatan peningkatan kapasitas petani perlu diteruskan, upaya pemerintah untuk mendukung petani padi terhadap pengenalan varietas baru sebagai salah satu pilihan adaptasi juga terus ditingkatkan, dan Pemerintah juga perlu mempertimbangkan suplai benih unggul dengan mempromosikan benih lokal dari daerah asal sentra produksi padi.

“Dukungan untuk ekspansi pertanian khususnya melalui pemanfaatan lahan dan penyediaan air untuk pertanian dilakukan dengan strategi perluasan dan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) sebagai bentuk usaha perlindungan lahan pertanian dari ancaman alih fungsi”, imbuhnya.

Sementara, Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI  Elkines Villando Dewangga menyampaikan, Kerjasama Program Ketahanan Pangan yang dicanangkan Presiden di tingkat Korem 152/Baabullah dan Pemprov Maluku Utara telah berlangsung sejak Tahun 2015 dan terus berlanjut hingga hari ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *