Mengejar Waktu, Menjaga Kualitas : Abdul Hamid Payapo Kawal Dua Jembatan Pascabencana

Plt Kepala BPJN Malut Abdul Hamid Payapo

TERNATE, pilarmalut.com – Pemulihan infrastruktur pascabencana bukan sekadar pekerjaan membangun kembali bangunan yang rusak. Di balik setiap jembatan yang diperbaiki, ada kebutuhan masyarakat untuk kembali bergerak, mengangkut hasil bumi, menjangkau pusat pelayanan, serta menjalankan aktivitas ekonomi tanpa terhambat.

Dalam konteks itulah, pemantauan langsung yang dilakukan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, Abdul Hamid Payapo, menjadi bagian penting dari upaya memastikan pemulihan infrastruktur berjalan sesuai target.

Dua jembatan yang menjadi perhatian dalam pemantauan tersebut adalah Jembatan Ake Saketa dan Jembatan Gantung Desa Tunuo. Keduanya terdampak bencana banjir pada awal 2026. Kerusakan infrastruktur itu sempat menjadi tantangan bagi kelancaran konektivitas masyarakat.

Abdul Hamid tidak hanya melihat progres pekerjaan dari laporan administrasi. Ia turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi konstruksi sekaligus memastikan pekerjaan yang dilaksanakan memenuhi standar kualitas dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pengawasan lapangan menjadi bagian dari upaya BPJN Maluku Utara menjaga agar pekerjaan infrastruktur tidak berhenti pada capaian fisik semata, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Abdul Hamid adalah percepatan penyelesaian Jembatan Ake Saketa. Pekerjaan yang semula ditargetkan rampung pada Desember 2026 itu dipercepat sehingga ditargetkan selesai pada November.

Dalam keterangannya saat meninjau lokasi, Abdul Hamid menjelaskan bahwa jembatan tersebut merupakan salah satu infrastruktur yang terdampak banjir pada awal tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *