Ia menyebutkan, sejak Januari hingga penghujung Desember, Basarnas mendata sebanyak 122 jiwa dinyatakan meninggal dunia dalam kejadian kecelakaan kapal, 7 jiwa dinyatakan selamat dan 20 jiwa hilang.
“Operasi kondisi membahayakan diri manusia sebanyak 25 persen, 10 jiwa dinyatakan meninggal dunia, 8 jiwa selamat dan 1 jiwa dinyatakan hilang. Sementara bencana alam ada 5 kejadian dengan total 125 jiwa selamat,” tuturnya.
Dalam menjalankan operasi lanut Iwan, Basarnas Ternate bekerjasama dengan berbagai unsur SAR dari TNI/Polri , BPBD, Dinas Sosial, Damkar dan Masyarakat. Untuk menambah jangkauan operasi tahun 2026, Basarnas telah menambahkan Pos Siaga SAR mereka di Kabupaten Halmahera Timur dan akan mengusulkan lagi ke pusat penambahan dua pos lainnya di Kabupaten Halmahera Tengah dan Kabupaten Pulau Taliabu.







