“Tahun 2024 lalu ada 41 operasi, sementara tahun 2025 ini ada 49 operasi yang dilakukan tim SAR Gabungan dengan melibatkan TNI/Polri, nelayan dan masyarakat,” ujarnya.
Iwan menje;askan, dari 49 operasi SAR yang dijalankan, 64 persennya merupakan kejadian kecelakaan kapal.
” Kecelakaan kapal merupakan kejadian kedaruratan yang paling utama terjadi di Provinsi Maluku Utara karena kareteristik wilayah kepulauan yang mengandalkan transportas laut dan faktor cuaca,” katanya.







