Ragam  

Dari Lorong Pelayanan ke Panggung Pendapatan, Mochtar Hasim Ukir Rekor Pajak Ternate

Kepala BP2RD Kota Ternate, Mochtar Hasim.

Capaian ini sekaligus menjadi penerimaan PBB-P2 tertinggi dalam satu dekade terakhir berdasarkan data yang disampaikan.

Ia pun mengungkapkan rasa syukur karena pendekatan yang diterapkan mampu mengantarkan BP2RD mencapai target penerimaan.

“Alhamdulillah, pola yang kami lakukan berhasil karena terget kami bisa tercapai. Ini hal baru karena selama ini sebelum saya disini, belum ada yang capai target seperti ini,” tuturnya.

Pernyataan ini menunjukkan capaian yang diraih BP2RD menjadi momentum tersendiri dalam pengelolaan PBB-P2 Kota Ternate.

Namun, Mochtar tidak menempatkan keberhasilan itu sebagai hasil kerja seorang kepala badan semata. Ia menyebut kontribusi jajaran staf dan masyarakat sebagai bagian penting dari pencapaian tersebut.

“Saya sangat apresiasi kepada staf saya yang juga bekerja keras sampai target kita tercapai. Saya sangat berterima kasih juga kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah partisipasi bayar pajak,” ucapnya.

Apresiasi itu sekaligus menjadi pengakuan bahwa optimalisasi pendapatan daerah membutuhkan kerja bersama. Petugas menjadi ujung tombak pelayanan, sementara masyarakat merupakan bagian penting dalam menopang penerimaan daerah melalui kepatuhan membayar pajak.

Perjalanan Mochtar dari staf perencanaan, Sekretaris Lurah, Lurah, Sekretaris Camat, Camat, Sekretaris Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Perhubungan hingga Kepala BP2RD memperlihatkan pengalaman birokrasi yang melintasi sejumlah sektor.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang yang membentuk rekam jejak pengabdiannya.

Kini, tantangan yang dihadapi bukan sekadar mempertahankan rekor penerimaan PBB-P2. Lebih jauh, BP2RD harus memastikan perluasan basis wajib pajak, pembaruan data objek pajak, transparansi pengelolaan, serta peningkatan kualitas pelayanan berjalan beriringan.

Sebab, keberhasilan pengelolaan pajak tidak semata-mata diukur dari seberapa besar uang yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga dari bagaimana pemerintah membangun kepercayaan masyarakat dalam memenuhi kewajibannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *