Ragam  

Dari Lorong Pelayanan ke Panggung Pendapatan, Mochtar Hasim Ukir Rekor Pajak Ternate

Kepala BP2RD Kota Ternate, Mochtar Hasim.

Mochtar menyadari bahwa persoalan perpajakan memiliki kompleksitas tersendiri. Karena itu, diperlukan pola baru agar target penerimaan dapat dicapai tanpa membuat masyarakat merasa terbebani.

“Memang masalah pajak sangat kompleks, jadi bagaimana cara kita harus mencapai target. Harus ada pola baru yang tong lakukan sehingga masyarakat tidak merasa terbebani ketika ingin bayar pajak,” kata Mochtar saat berbincang siangkat dengan wartawan pilarmalut.com di ruang kerjanya, Senin (2/11/2026).

Prinsip tersebut kemudian diterjemahkan melalui pendekatan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

BP2RD membuka Pojok Pajak di depan Jatiland Mall. Pelayanan ini memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin menunaikan kewajiban perpajakan tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan.

Tak berhenti di situ, strategi jemput bola atau door to door juga dijalankan. Petugas mendatangi rumah-rumah wajib pajak untuk memberikan kemudahan pembayaran.

Pendekatan ini menyentuh persoalan yang sering luput dari perhatian. Bukan berarti masyarakat tidak memiliki kesadaran membayar pajak, tetapi kesibukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari terkadang membuat kewajiban tersebut tertunda.

Sebenarnya para wajib pajak punya kesadaran untuk melakukan pembayaran pajak, hanya saja mereka disibukkan dengan aktivitas pekerjaan dan lainnya. Jadi, Pojok Pajak dan door to door ini hadir untuk menjadi solusi bagi wajib pajak,” kata Mochtar.

Dengan pola tersebut, pelayanan pajak tidak lagi hanya berpusat di kantor BP2RD. Pemerintah berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga pembayaran pajak menjadi lebih mudah dan terjangkau.

Upaya mengubah pola pelayanan tersebut berjalan beriringan dengan capaian penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kota Ternate.

Hingga akhir Oktober 2026, realisasi PBB-P2 mencapai Rp8,79 miliar atau 109,88 persen dari target tahunan sebesar Rp8 miliar.

Penerimaan tersebut telah melampaui target sebesar Rp790 juta, padahal tahun anggaran masih menyisakan November dan Desember.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *