“ Dari 38 provinsi, Malut sendiri paling terbanyak mendapatkan Program Kampung Nelayan Merah Putih,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, tidak semua kabupaten dan kota bisa langsung diakomodir dalam program ini karena keterbatasan alokasi anggaran nasional.
Namun lanjut Fauji, dipastikan daerah yang belum masuk dalam program pada tahun ini akan dimaksimalkan pada tahun anggaran berikutnya.
“Semua tidak bisa diakomodir dalam waktu yang bersamaan karena keterbatasan alokasi yang tersedia,” tuturnya.







