Ia menyebutkan, anggaran sebesar Rp132 miliar akan dibagi dalam enam titik kampung nelayan di Malut.
“Setiap titik akan mendapatkan alokasi sebesar Rp22 miliar,” urainya.
Fauji berharap, dengan adanya kampung nelayan pengelolaan sektor perikanan di Malut jauh lebih baik, khususnya penanganan hasil tangkapan. (dv).






