Sibualamo lanjut Saifuddin, merupakan home sweet home yang menapis ulang dan menyelesaikan segala kerumitan sosial. Sibualamo bukan saja titik berangkat, tetapi juga tempat kembali semesta kesadaran kultural Tobelo-Galela.
“Sibualamo bukan saja locus tetapi juga menjadi tempat perjumpaan lapis gagasan pikiran,” tuturnya.
Diakhir sambutan, mantan Pj Bupati Halut ini menambahkan, Sibualamo dalam bingkai persatuan dan keragaman mencoba memahami realitas dan mendesain kembali nilai-nilai etik yang telah dihadirkan sejak dahulu kala para leluhur Tobelo-Galela.







