Ada satu dimensi penting yang membuat pelantikan Haji Mito terasa istimewa bagi warga lokal: ia adalah putra Maluku Utara dari garis ibunya. Kedekatan darah ini memberikan nilai tambah yang signifikan. Baginya, membangun jalan dan jembatan di Maluku Utara bukan sekadar menjalankan tugas negara, melainkan sebuah bentuk pengabdian kepada tanah leluhur.
Tantangan geografis Maluku Utara yang unik—dengan karakteristik kepulauan dan medan yang menantang—membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga memahami karakteristik sosial dan lingkungan setempat. Sebagai sosok yang memiliki akar di sini, Haji Mito diyakini memiliki kepekaan batin untuk melihat mana prioritas yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat akar rumput.
Kolaborasi: Kunci Menembus Tantangan
Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Maluku Utara memang memiliki tantangan tersendiri, mulai dari logistik hingga sinkronisasi regulasi. Namun, Haji Mito membawa angin segar melalui semangat kolaborasi inklusif.
Ia menyadari bahwa BPJN tidak bisa berjalan sendirian. Dibutuhkan kerja sama yang harmonis dengan:
* Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

