Devisa Ekspor Non Tambang di Malut Tumbuh Singnifikan

Akativitas Ekspor Impor (Istimewah).

Menurutnya, meski tingkat pertumbuhan tinggi, tidak membuat daya beli masyarakat menjadi kuat, ini terlihat pada konsumsi masyarakat Malut pada kuartal pertama masih rendah 4,12 persen dibawah tingkat konsumsi rumah tangga nasional sebesar 4,91 persen.

“Di Malut harga-harga sangat tinggi jika dibandingkan dengan Pulau Jawa. Salah satu penyebab adalah biaya logistik yang terlalu tinggi, olehnya itu untuk mendukung arus logistik maka  Bea Cukai Ternate mengimpor Kapal dari Tiongkok oleh PT. Semarak Perkasa Lestari atau Kapal Semarak 01 yang saat ini telah berbendera Indonesia,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *