Proyek Longsoran Baru Dibangun Ambruk, Ini Penjelasan PPK

PPK Proyek Longsoran Payahe-Weda, Chandra Syah Parmance.

“Ini sudah kita cek ya, jadi di area yang roboh kita cek ternyata ada mata air yang memang berlebih di situ. Jadi bicara pemasangan batu (pembuatan dinding beton penahan longsor) ada beberapa titik dan tidak hanya di situ. Dan memang (dinding) yang roboh hanya di lokasi situ,” ujarnya.

Chandra yang juga Kepala Satuan Kerja Wilayah II BPJN Malut itu menyebutkan, proyek tersebut meski sudah selesai dikerjakan, namun masih dalam pemeliharaan. Sehingga penyedia telah diperintahkan untuk perbaiki kembali kerusakan yang terjadi.

Ia menjelaskan, penanganan longsoran tidak dilakukan secara permanen, melainkan hanya dinding beton yang memagari tebing sebagai pengaman badan jalan.

“Kalau secara permanen kita tangani itu mulai dari bidang miringnya juga dan kaki lerengnya juga. Tapi yang kita tangani ini hanya di kaki lereng (tebing) nya aja,” tuturnya.

Penanganan longsoran ini lanjut Chandra, dilaksanakan dengan anggaran yang terbatas, sehingga hanya dilakukan beberapa bagian yang dianggap rawan terjadi longsor.

“Usaha kita saat ini bagaimana mengalirkan air, karena area ini sebelumnya tidak ada drainase. Sehingga menyebabkan kawasan lereng tidak stabil saat hujan lebat,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *