“Penurunan indeks harga yang diterima petani (It) disebabkan oleh penurunan harga secara ratarata pada kelompok tanaman perkebunan rakyat (terutama kelapa) sebesar 1,91 persen. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen, disebabkan oleh kenaikan indeks konsumsi rumah tangga (IKRT) sebesar 0,18 persen dan kenaikan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,10 persen,” paparnya. (rd).
Oktober, Nilai Tukar Petani Maluku Utara Turun







