Asma Zakaria, warga Desa Fluk, kepada media ini Senin mengatakan, kekecewaan terhadap kebijakan Bupati Bassam sudah berlangsung cukup lama. Puncaknya saat pergantian kepala Desa Fluk yang diduga bermuatan politik.
“Empat hari lalu pak bupati angkat kepala desa baru dan kami warga menolak kepala desa yang ditunjuk pak bupati ini. Kami menganggap ini ada kepentingan politik,” kata Asma.
Apalagi Pjs kades lanjut Asma, suaminya diduga merupakan tim sukses Bupati Bassam pada pemilihan Bupati (Pilbup) Halmahera Selatan. “Pjs ini bukan keterwakilan pegawai dari kecamatan maupun dinas BPMD melainkan seorang tenaga pengajar atau berasal dari Fluk. Cuman suaminya saja yang orang Fluk makanya jangan heran kalau kami palang sekolah dan areal pelabuhan, karena memang lahannya masih milik warga. Belum dilakukan pembebasan oleh Pemkab Halsel,” ujarnya.
Bahkan, baru beberapa hari menjabat sebagai Pjs Kades kata Asma, sudah merombak struktur organisasi perangkat desa, seperti memberhentikan para kaur dan anggota BPD.






