“Karena ini sistemnya online dan masih tahap uji coba. Kita kemarin rencananya mengambil sampel satu SD dari tiap-tiap kecamatan di Tikep, namun karena terkendala akses internet sehingga belum semua sekolah diterapkan. tim teknis yang meramu sekolah mana yang dijadikan sampel, intinya mencoba sistemnya dulu,” tuturnya.
Ia menambahkan, untuk sistem USBK sendiri sudah dilaksanakan disemua sekolah termasuk sekolah yang ada di daratan Oba, dengan percobaan sistem dan pengembangan aplikasi pantau Sijola diharapkan kedepan bisa dipakai baik untuk tingkat SD maupun SMP.
“Kedepan baru diterapkan ke semua sekolah, bahkan bukan hanya untuk ujian sekolah tetapi juga ujian akhir semester, baik itu untuk SD maupun SMP,” tutup Zainudin. (Yub).






