Asistet II Bidang Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Pemerintah Provinsi Malut, Sri Haryanti Hatari, mengatakan, penyakit AIDS, Tuberkulosis dan Malaria masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat baik ditingkat nasional maupun global. Penyakit seperti ini tidak hanya menyebabkan penderitaan fisik, tetapi juga berdampak pada ekonomi, sosial dan produktivitas masyarakat. Oleh karena itu, penanggulangan terhadap tiga penyakit tersebut harus menjadi prioritas utama untuk diwaspadai.
“Setiap tahun tercatat kurang lebih 2,5 juta orang terinfeksi HIV, 8 juta orang tertular Tuberculosis dan antara 300 sampai 500 juta orang yang jatuh sakit karena Malaria. Untuk Provinsi Maluku Utara, jumlah kasus selama 3 (tiga) tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan,” kata Sri Hatari saat buka Workshop Petunjuk Teknis Integrasi AISD, Tuberkulosis dan Malaria tingkat Provinsi Malut di aula rapat Batik Hotel Ternate, (15/4/2024).
Ia menyebutkan, untuk Malut jumlah kasus baru HIV/AIDS tahun 2024 sebanyak 670 kasus, jumlah kasus baru Tuberkulosis sebanyak 4.020 kasus dan penyakit Malaria sebanyak 123 kasus.






