Perayaan tahun ini menjadi istimewa dengan kehadiran tokoh-tokoh dari Lembaga Adat 4 Suku di wilayah lingkar tambang, yaitu Suku Pagu, Suku Towiliko, Suku Boeng, dan Suku Modole, menjadi simbol nyata dari persatuan dan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat adat setempat.
Jalannya upacara juga didukung kedisiplinan tim Paskibraka yang terdiri dari Jusak J. Tatuh, Nona Segaryanti Nanere, dan Farudin Jakir. Sementara itu, Aipda Nasuha Umasungi (PS Danton 2 Kompi 2 Batalion C) bertindak sebagai Komandan Upacara yang memimpin barisan dengan penuh wibawa. Perangkat upacara lainnya meliputi Ronny Kasenda sebagai pembaca teks Proklamasi, Nurul Mauludyah sebagai pembaca teks UUD 1945, Jamaluddin sebagai pembaca doa, dan Martha Larenggam selaku pemandu acara (MC).
Dalam amanatnya, Harnevar Piga menekankan kedaulatan bangsa tercermin dari pengelolaan kekayaan alam yang mandiri dan bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa emas dari bumi Halmahera merupakan aset berharga bangsa yang harus dikelola secara profesional demi ketahanan nasional dan kesejahteraan bersama.
Namun, Harnevar memberikan catatan penting bahwa kemakmuran perusahaan tidak boleh mengabaikan aspek kemanusiaan.






