“Di samping itu juga, untuk mengukur sampai sejauh mana tingkat akurasi petugas KPPS dalam mengadministrasikan hasil pemungutan suara,” kataya.
Reni menambahkan, melalui simulasi ini juga merupakan upaya persiapan matang menjelang hari-hari pencoblosan yang dilakukan secara maksimal dan tidak spontanitas namun terukur, tersimulasikan dengan baik dan sebagai upaya memitigasi resiko, kendala dan tantangan pada pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS nanti.
“Harapan kita bersama, Pilkada di Malut dapat berjalan lancar, sukses dan damai tanpa ada politik uang, tanpa intimidasi maupun intervensi dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab, karena kita telah dilindungi negara untuk menggunakan hak pilih demi persatuan dan kesatuan bangsa dan daerah tercinta ini,”pungkasnya.






