
Sekertaris Umum Persega Hasan Tarate, kepada wartawan Minggu (19/02/2023) mengatakan, penitia pelaksana telah menyampaikan hasil rapat bersama sesuai peringkat dilaga semifinal sesuai dengan regulasi serta hasil kordinasi dengan Direktur PSSI pusat.
“Petunjuknya tetap mengikuti regulasi PSSI dimana ketika tim yang mempunyai point yang sama, produktifitas gol yang sama, maka penentuan itu dipakai pada lampiran yang menjabarkan tentang fair play point-pointnya,” ujarnya.
Menurutnya, jika merujuk pada sepanjang hasil laga atau pertandingan di semifinal maka Persiter tiga kali bermain, bagitu juga dengan Persega tiga kali main dengan mengoleksi point yang sama. Tetapi, Persega unggul dari sisi tidak mendapatkan kartu kuning. Sementara Persiter mengeloksi dua kartu kuning.
“Perolahan kartu kuning tersebut ada penilaian point di lampiran fair play,” tuturnya.
Ia menegaskan, penitia telah mengumumkan dalam rapat bersama terkait dengan hasil antara Persega versus Persiter, sehingga Persega tetap bertanding dilaga puncak final melawan dengan Morotai United sesuai dengan jadwal.
“Kami juga tetap mengawal hasil yang disampaikan penitia penyelenggara dalam rapat bersama itu. Kami juga mengapresiasi hasil regulasi yang telah disampaikan yang begitu profesional. Prinsipnya Persega siap bertanding di laga final,” tandasnya.
Sekedar diketahui, berikut poin lampiran penentuan peringkat Fair Play PSSI diantaranya:
1. Setiap club akan mendapatkan poin pada saat menerima kartu kuning dan kartu merah sebagai berikut :
A. Setiap kartu kuning yang diterima 1 poin.
B. Setiap kartu merah (akumulasi kartu kuning) yang diterima 3 poin.
C. Setiap kartu merah (langsung) yang diterima 3 poin, dan
D. Setiap kartu kuning yang diikuti dengan kartu merah (langsung) 4 poin.
2. Club yang mendapatkan poin paling sedikit akan menempati peringkat tertinggi dan seterusnya mengikuti poin yang didapat. (Zr).







