Pada tahap berikutnya penanaman terumbu karang, pihak Harita Nickel akan melibatkan perguruan tinggi dan masyarakat. Hal ini dilakukan agar kepedulian dan menjaga ekosistem laut menjadi tanggung jawab bersama. Dengan pemantauan berkala, diharapkan dalam beberapa tahun ke depan, terumbu karang baru telah terbentuk dan berbagai jenis ikan telah berumah di karang baru tersebut.
“Mahasiswa dan para peneliti nantinya juga dapat memanfaatkan wilayah ini sebagai bahan penelitian. Jadi, dengan adanya terumbu karang, berbagai sisi kehidupan manusia pun ikut meningkat. Upaya ini merupakan salah satu cara, selain melindungi lingkungan, juga ikut mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif. Banyak hal yang dapat kita lakukan bersama sebagai bentuk terima kasih kita atas kemerdekaan yang telah diwujudkan pendahulu kita. Dirgahayu Republik Indonesia,” terang Stevi Thomas.
Perlu diketahui, Harita Nickel merupakan bagian dari HARITA Group yang beroperasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Harita Nickel memiliki IUP Pertambangan dan juga pabrik peleburan (smelter) serta pemurnian (refinery) nikel yang terintegrasi di Obi.
Komitmen Harita Nickel dalam hilirisasi sumber daya alam ditunjukkan dengan beroperasinya smelter Megah Surya Pertiwi (MSP) sejak 2016, dengan memanfaatkan potensi nikel yang dikelola Trimegah Bangun Persada (TBP) dan Gane Permai Sentosa (GPS) yang semuanya terletak di Pulau Obi.







