Dalam sambutannya, Aton menyampaikan apresiasi kepada NHM yang telah meluangkan waktu untuk hadir langsung di tengah padatnya aktivitas operasional perusahaan.
“Kami berterima kasih atas partisipasi NHM, tentu tidak mudah menghadirkan praktisi industri di tengah kesibukan operasional. Ini juga membuktikan bahwa koneksi alumni sangat penting sebagai jembatan kolaborasi kampus dengan dunia kerja,” ucapnya.
Kolaborasi ini menghadirkan tiga praktisi senior NHM yang membagikan pengalaman langsung mengenai operasional pertambangan dari berbagai sudut pandang teknis. Bahrudin Abiad, Manajer Tambang Bawah Tanah Kencana, mengawali sesi dengan memaparkan studi komparatif praktik terbaik operasional tambang bawah tanah di Gosowong.
Paparan kemudian dilanjutkan Rendy Nurdianto, Manajer Eksplorasi NHM, yang menjelaskan karakteristik alterasi hidrotermal pada endapan epitermal melalui studi kasus Tambang Emas Gosowong.
Sementara itu, Dharma Irwanda, Superintendent Geologi NHM, melengkapi rangkaian materi dengan menekankan pentingnya akurasi pengeboran sebagai salah satu faktor kunci dalam keberhasilan eksplorasi mineral hingga proses penambangan.






