Salah satu penerima manfaat, Syarifuddin, warga yang berasal dari Tidore Kepulauan sempat mengajukan bantuan kaki palsu ke Dinas Sosial Maluku Utara, namun prosesnya masih tertunda. Hingga akhirnya, kabar tentang kondisinya sampai kepada Presiden Direktur NHM, Bapak Haji Robert Nitiyudo Wachjo, yang kemudian menginstruksikan NHM Peduli untuk segera membantu.
Proses penyerahan dimulai pada 2 September 2025, dan pemasangan serta pelatihan penggunaan kaki palsu selesai pada 27 Oktober 2025. Bantuan diserahkan langsung dokter pendamping NHM Peduli, Hi. Syamsul Bahri dengan pendampingan dari Indra Ismail (tim NHM Peduli). Bahan kaki palsu tersebut dikirim dari Jakarta, dengan proses finishing dan pelatihan pemakaian dilakukan di Klinik Orthotik Prostetik Manado.
Syarifuddin menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian NHM Peduli. “Saya sangat terbantu dalam mobilitas sehari-hari. Terima kasih atas perhatian dan pelayanan selama dua bulan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Isai Lamala (66 tahun), warga Desa Tanjung Niara, Tobelo, yang kehilangan kaki kanan akibat komplikasi diabetes, menerima kursi roda dan santunan. Isai menuliskan surat yang kemudian diterima tim NHM Peduli yang berisi informasi keadaan kesehatannya. Bantuan diserahkan langsung di kediamannya pada 5 November 2025.






