“Kami sepakat untuk menolak Muhdin Taha Alias Alan untuk menjadi Ketua Askot Ternate,” tegasnya.
Rusdi menambahkan, jika praktek-praktek yang tidak fair ini dipertontonkan di hadapan publik. Bahkan, sangat disayangkan juga Asprov PSSI Maluku Utara sebagai penenangah tidak mengambil tindakan yang tegas, padahal masa jabatan Muhdin Taha sebagai Plt Ketua Askot sudah habis masa jabatannya sejak 8 Desember 2021, tapi kenapa tidak menunjuk Plt untuk melaksanakan Kongres. Namun, membiarkan dan seakan-akan membuat organisasi sepak bola tersebut hanya milik mereka saja.
“Adam Marsaoly dan Bahrun Abdullah, seakan-akan menutup mata terkait ini, karena surat gugatan kami telah kami layangkan beberapa waktu lalu, sehingga sudah tahu ada kejanggalan dan ketidak terbukaan dari awal, kenapa tidak ada sikap tegas,” cetusnya.
12 klub dan peninjau serta di Komit yang menjadi peserta Kongres Askot PSSI Kota Ternate diantaranya:
- I.M (Vooter)
- UNKHAIR (Vooter)
- WAIGITANG (Vooter)
- MUTIARA MUDA (Vooter)
- KALUMATA PRIMAVERA (Vooter)
- TORNADO (Vooter)
- ALFATAR (Vooter)
- PUTRA SALAHUDDIN (Vooter)
- PUTRA ZHAN (Vooter)
- TUNAS MUDA (Vooter)
- BINTANG UTARA (Vooter)
- SANGAJI MALAMO (Vooter)
- KOMITE FUTSAL
- PS. TERBIT (peninjau)
- PS. TOPANS (peninjau). (rd).







