Jejak Harmonis Alam dan Tambang Emas Gosowong

Pengambilan sampel air danau yang tidak jauh dari areal pertambangan.

“Perusahaan tambang  yang menjalankan operasi tambang bawah tanah seperti NHM cenderung bisa mempertahankan keseimbangan hutan yang ada di atasnya. Tentunya dengan pengawasan ketat dan pemantauan rutin secara berkala untuk memastikan semua tetap berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujar Yudihart.

Komitmen lingkungan lainnya diwujudkan melalui pengembangan area “Kantong Satwa”, kawasan yang dulunya merupakan lokasi tambang aktif namun kini direklamasi menjadi habitat baru bagi satwa liar. Beririsan langsung dengan hutan asli Halmahera, kawasan ini menjadi tempat berlindung bagi spesies endemik seperti burung Paruh Bengkok, Burung Gosong, Kuskus, dan fauna khas lainnya. Setiap enam bulan, tim pemantauan turun langsung untuk mencatat dan memantau perkembangan populasi flora dan fauna di sana.

“Kantong Satwa menunjukkan reklamasi bisa lebih dari sekadar menutup bekas tambang. Ini adalah ruang hidup baru, sekaligus menjadi cermin bahwa tambang dan alam bisa sejalan,” pungkas Widi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *