Lebih lanjut, proses audit lingkungan NHM nantinya diarahkan untuk melihat sejumlah aspek penting dalam pengelolaan lingkungan, antara lain efektivitas pengelolaan lingkungan, risiko dampak dan paparan, manajemen risiko lingkungan, komunikasi risiko, serta upaya perbaikan dan peningkatan berkelanjutan.
Sementara, Denny Lesmana mengatakan, kegiatan pra-audit menjadi bagian penting dalam evaluasi penerapan pengelolaan lingkungan di area operasional. NHM juga terbuka terhadap masukan dan rekomendasi dari tim auditor sebagai bahan untuk memperkuat penerapan pengelolaan lingkungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Pra-audit tersebut menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat kembali penerapan pengelolaan lingkungan yang telah berjalan sekaligus mendapatkan masukan dari tim auditor. Semua temuan awal, masukan atau rekomendasi yang telah disampaikan Tim Pra-Audit lingkungan ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi kami untuk mempersiapkan audit sesungguhnya nanti,” ungkapnya.
Denny juga mengajak seluruh pihak untuk terus berkomitmen menjaga dan meningkatkan pengelolaan lingkungan di area kerja. Keterbukaan NHM terhadap evaluasi dan masukan menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan serta memastikan penerapan di lapangan tetap sejalan dengan ketentuan yang berlaku. (Rd).






