Menurutnya, jarak masa aksi dengan kantor PT. NHM kurang lebih 50 meter, tiba-tiba sekolampok orang menyerang masa aksi.
“Kami sudah di serang dengan cara- cara premanisme, mulai dari memukul, merusak sound sistem, mengambil bendera, spanduk dan melakukan pelemparan batu. Setelah kejadian itu, karna sopir sudah ketakutan langsung kami bergegas lari,” ujarnya.
Ironisnya lanjut Mesak, setelah di telusuri beberapa video pendek, kelompok preman itu diduga “TIGA SERIKAT PEKERJA” yang berada di PT. NHM.
“Kami kaget kawan-kawan yang berada di mobil komando melakukan panggilan telfon bahwa mereka di serang kelompok preman yang kurang lebih 30 an orang,” katanya.
Mesak mengaku, selain di hadang sekompok preman, masa aksi juga dihadang personil kepolisian.






