Untuk itu, Wamen mendorong kawasan transmigrasi wajib memberi kontribusi dalam hal ketahanan pangan di daerahnya, terutama produksi Pajale (padi jagung kedelai).
“Diharapkan percepatan program intensifikasi dan ekstensifikasi dari Pemerintah Pusat di bidang pertanian, dapat mendorong signifikansi jumlah produksi pertanian kedepan,” ujarnya.
Viva Yoga mengungkapkan, saat ini Kementerian Transmigrasi dan Kementerian Pertanian sedang membangun peternakan sapi seluas 10.000Ha di NTT dengan mendatangkan investor dari Brazil.
“Maka dalam hal mewujudkan pusat ekonomi baru di berbagai pelosok tanah air, perlu terobosan baru, sehingga Kementrans dan Kementan terus bersinergi,” tuturnya.







