Dikatakan Harlina, kegiatan pelatihan tidak hanya berhenti begitu saja, tentunya akan dilakukan proses pendampingan secara intensif selama tiga bulan kepada BUM Desa/UMKM/IKM/Artisan, dengan memantau perubahan pola serta memonitoring peningkatan penjualan dengan memanfaatkan platform digital. Sehingga, didapatkan pelaku usaha yang dianggap terbaik dengan penjualan terbanyak dan kriteria unggulan lainnya.
“Saya berharap momentum Gernas BBI dan BBWI Maluku Utara dapat  mendongkrak penghasilan para BUM Desa dan UMKM, sehingga brand provinsi Maluku Utara dapat terpromosikan luas dan meningkatkan kesejahteraan Masyarakat,” ucap Harlina
Dirinya juga mengajak semua pihak bersama digitalkan usaha BUM Desa dan UMKM, belanja produk lokal sehingga semakin bangga buatan Indonesia untuk menjadikan desa sebagai tumpuan ekonomi pembangunan.
Launching ini dibuka ditandai dengan pemukulan tifa. Turut hadir pada kegiatan ini, Staf ahli Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Bupati/walikota yang diwakili para Sekda serta Pimpinan OPD Provinsi Malut.(rd)






