Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Musrifah Alhadar mengatakan, kegiatan tersebut sebagai momentum untuk lebih peduli terhadap isu kekerasan di dunia pendidikan baik di sekolah maupun pondok pesantren.
“Mari kita bersama-sama membangun budaya saling menghormati, bertoleransi, dan peduli terhadap sesama,” terangnya.
Musrifah juga menghimbau kepada para tenaga pendidik, untuk terus berperan aktif dalam memberikan edukasi, bimbingan, teladan sehingga tercipta kesadaran berperilaku dan berakhlak yang baik untuk anak-anak.






