Gubernur berharap sebelum masa jabatannya berakhir, perencanaan bandara Loleo sudah harus merampungkan dan rencana pembangunan pada tahun 2023 dapat dimulai.
Gubernur juga meminta Pemerintah kota Tidore Kepulauan dan semua unsur terkait di Maluku Utara, untuk mendukung rencana besar tersebut.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Malut Armin Zakaria mengatakan, saat ini dokumen pendukung antara lain FS, RIB dan DED amdal sedang dikerjakan dan diupayakan terselesaikan pada tahun ini. Sebab, dari hasil tersebut akan ditetapkan Peraturan Menteri Perhubungan sebagai dasar pembangunan bandara Loleo dan anggaran yang disiapkan sesuai usulan pusat serta dilakukan MoU tanggungan Pemerintah Pusat, Pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota Tidore Kepualuan.
“Jadi tangung jawab Pemerintah Provinsi Maluku Utara adalah menyiapakan lahan, Fs atau perbaiakan titik koordinat pada studi kelayakan yang dibuat konsultan dari Universitas Trisakti. Sementara dokomen Rencana Induk Bandara dikerjakan Tim dari Unkhair Ternate,” tuturnya.






