Komoditas ekspor unggulan Malut ini menjadi produk yang pertama kali dihasilkan di Indonesia. Saat ini, perusahaan juga sedang dalam tahap akhir pembangunan fasilitas pemurnian yang menghasilkan nikel sulfat dan kobalt sulfat.
Head of External Relations HARITA Nickel sekaligus Komisaris Utama Halmahera Persada Lygend, Stevi Thomas mengatakan, transformasi yang dilakukan HARITA Nickel menjadi wujud komitmen perusahaan terhadap hilirisasi.
“Transformasi dalam hilirisasi ini mampu mengoptimalkan sumber daya alam sebaik mungkin dan menciptakan nilai tambah. Kami berharap kehadiran HARITA Nickel beserta produk yang dihasilkannya dapat terus berkontribusi bagi perkembangan ekonomi, baik secara nasional maupun daerah, serta kontribusi lainnya untuk para pemangku kepentingan, khususnya di wilayah kami beroperasi,” tuturnya. (Rd).






