Olehnya itu lanjut Sekprov, pihaknya berterimakasih kepada Bank Indonesia yang telah menginisasi penyebaran rupiah atas kerja sama dengan TNI AL untuk memenuhi butuhan masyarakat.
“Dengan fasilitas terbaik dari TNI AL, maka saya percaya akan mampu menjangkau seluruh akses wilayah yang telah direncanakan tersebut,” ungkapnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Dwi Putra Indrawan, dalam laporannya mengatakan, sejak tahun 2012 BI telah melakukan kerja sama dengan TNI AL yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman (NK) yang diperpanjang setiap 5 tahun. Adapun NK terakhir yang berlaku adalah nomor 24/24/NK/DpG/2022 – NK/6/VI/2022/TNI tentang Kerja Sama Dalam Rangka Pemanfaatan Sumber Daya Yang Dimiliki Bank Indonesia Dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut Dalam Mendukung Pelaksanaan Tugas.
“Bank Indonesia melakukan kerja sama dengan TNI AL yang merupakan salah satu elemen bangsa yang berada di garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI. Sinergi ini secara substansi mempertemukan dua kepentingan yang sama, dimana TNI AL berkepentingan menjaga kedaulatan seluruh wilayah NKRI dengan pertahanan dan BI berkepentingan menjaga kedaulatan NKRI dengan Rupiah,” jelasnya.
Ia menuturkan, dari beberapa kegiatan yang dilakukan di wilayah 3T, masyarakat setempat sangat bersyukur dan merasakan kegiatan ini sangat bermanfaat karena selain mendapatkan uang baru yang jarang mereka lihat, juga merasakan kebahagiaan dengan adanya perhatian melalui kunjungan BI dan TNI AL.
“Pelaksanaan ERB ini telah ditetapkan oleh kantor pusat sebanyak 18 kali tersebar di berbagai wilayah kerja Bank Indonesia, dan ERB Malut merupakan kegiatan yang ke-6 dengan tujuan Pulau Sanana, Taliabu, Obi, Bacan dan Batang dua., dengan menggunakan KRI Tatihu mulai tanggal 11 – 17 Juni 2025. Penukaran uang, sebagai implementasi kebijakan clean money policy untuk menarik uang lusuh/rusak/cacat di masyarakat. Jumlah seluruh modal kerja penukaran pada kegaiatan ini sebanyak Rp4 miliar,” ungkapnya.






