“Keberadaan duta Genre ini sekaligus menekan maraknya permasalahan remaja, dan paling menonjol adalah permasalahan seputar seksualitas.,” katanya.
Samsudin menuturkan, persoalan HIV/AIDS, penyalahgunaan narkoba dan rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan usia kawin pertama yang relatif masih rendah, sehingga peran duta Genre perlu terus digiatkan.
“Semoga ajang ini menghasilkan duta untuk tingkat nasional dan akan mengambil peran dalam melahirkan generasi Maluku Utara yang unggul di segala bidang, sehingga bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” terangnya.
Sementara, Kepala Perwakilan BKKBN Malut, Renta Rego melalui sambutannya menyampaikan, Grand Final Pemilihan Duta Genre Provinsi Maluku Utara Tahun 2023, merupakan apresiasi bagi para remaja yang tergabung dalam PIK Remaja yang aktif mensosialisasikan triad KRR yaitu zero seks bebas, zero pernikahan dini dan zero NAPZA.
“Mereka lah remaja yang mendedikasikan masa mudanya sebagai sumber informasi dan tempat curhat bagi teman sebayanya. Menjadi teman yang memberikan solusi atas ketidaktahuan, kesalahpahaman serta jeratan perilaku berisiko yang bisa mengancam remaja lainnya,” tuturnya.






