Menurutnya, Saat ini pekerjaan tersebut terhenti sementara lantaran perjanjian kerjasama pinjaman antara Pemprov dan PT SMI telah berkahir pada akhir November 2022.
“Sakarang kami bersama Pemprov mencari solusi,” ujarnya.
Rusihan menjelaskan, pihak ketiga dihadapkan dengan naiknya harga bahan baku, sehingga berimbas terhadap realisasi pekerjaan sebab tidak ada penyesuaian harga.






