Ragam  

Pentabalan Pemangku Adat Kerajaan Loloda akan Digelar

Fahrul Ali

“Seiring dengan berkembangnya teknologi di era milenial ini, Loloda seakan tidak mendapatkan tempat untuk mengakses program pemerintahan, ditambah dengan tuntutan kebutuhan ekonomi saat ini. Masyarakat Loloda berenang diatas lautan penderitaan untuk menyalamatkan diri dari penindasan kebijakan. Padahal tujuan kemerdekaan adalah kesejahteraan rakyat,” urainya.

Dengan demikian, Fahrul berharap agar kedepannya ada sentuhan program penguatan kebudayaan dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.

“Agar nilai-nilai data dan budaya tetap terjaga dan dilestarikan,” tutupnya.(rd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *