Komitmen Rusman terhadap program ini ditunjukkan secara nyata dengan menghibahkan lahan warisan orang tuanya yang berlokasi jauh dari permukiman untuk dibangun Rumah RUTE, guna mengatasi kendala aroma proses pengolahan kedelai.
“Saya hibahkan lahan warisan orang tua agar memberi manfaat ekonomi dan tempat mencari nafkah bagi masyarakat. Harapan saya ini menjadi amal jariyah untuk almarhum orang tua,” tuturnya.
Rusman berharap dengan keterampilan dan keahlian yang telah dimiliki oleh kelompok RUTE mampu memberi manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan keterampilannya saat ini, kelompok RUTE tidak hanya mampu menjaga konsistensi kualitas produk olahan kedelai untuk memenuhi kebutuhan pasokan ke perusahaan, tetapi juga siap memperluas jangkauan pasar ke masyarakat umum
Geliat ekonomi dari hadirnya kawasan industri juga dirasakan oleh Jani, wanita asal Baubau yang sudah bermukim lama di Desa Kawasi. Mengawali usahanya sebagai penjual tomat keliling dari indekos ke indekos di permukiman lama Kawasi, Jani kini sukses mengelola toko sembako di Area Komersial Permukiman Baru Desa Kawasi.
“Awalnya saya datang dari Baubau hanya coba-coba membawa tomat dan jualan keliling. Sempat juga berencana jualan gorengan, sebelum akhirnya beralih ke sembako,” kenang Jani.






