Menurutnya, untuk Pembangunan lanjutan bagunan RSJ masih mandek karena belum dilakukan audit oleh Inspektorat. Namun, Optimalisasi harus terus dilakukan, agar masyarakat Malut tetap mendapatkan akses kesehatan yang prima.
“Negara harus hadir dalam memberikan pelayanan terutama kesehatan, maka tindak lanjuti hasil rapat hari ini” pungkas Sarbin.
Sementara, Direktur RSJ Sofifi dr. Yazzit Mahri mengatakan, berdasarkan data tahun 2022-2023 jumlah ODGJ di Provinsi Malut berjumlah 952 orang, sedangkan pada tahun 2024 meningkat menjadi 1018 orang.
“Terjadi kenaikan tipis jumlah penderita ODGJ di Maluku Utara secara overall” kata dr. Yazzit.






