Stevi menjelaskan, selain Program Sentani di Desa Buton, perusahaan juga membangun pusat pertanian terpadu. Salam Kawasi (Bersama Belajar Pada Alam Kawasi) di Desa Kawasi. Sistem pertanian terpadu diharapkan dapat menghasilkan pakan yang murah, sumber energi terbarukan, dan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk usaha pertanian. Salam Kawasi yang dibangun akan menjadi sekolah lapang bagi masyarakat yang ingin belajar mengenai pertanian, peternakan dan perikanan.
Saat ini progres pembangunan Griya Salam Kawasi terus berlanjut. Kegiatan budidaya tanaman terus dilakukan dan saat ini telah melakukan budidaya tahap ke dua. Dilakukan pula pengadaan solar panel sebagai pemenuhan daya listrik guna aktivasi budidaya tanaman hidroponik. “Diharapkan pusat pertanian terpadu Salam Kawasi ini akan beroperasi penuh pada tahun 2023 sebagai pusat pembelajaran pertanian bagi masyarakat di Pulau Obi,” kata Stevi.
Sementara, Ketua Kelompok Tani Ake Morere Desa Buton, Kecamatan Obi, La Alimin mengatakan, sebelum Harita Nickel masuk membina para petani hasil panennya biasa-biasa saja, “Sebelum Harita Nickel masuk membina petani, hasil panen kita hanya sekitar 1 satu ton lebih dari setiap satu hektare, tetapi setelah perusahaan Harita masuk, hasil panen kita melonjak drastis, “kata La Alimin. La Alimin juga berharap ke depan penghasilan petani di Desa Buton terus meningkat dan tetap mendapat pendampingan dari pihak Harita.
Senada dengan La Alimin, Armiati Lasalimu (28), salah satu petani juga berterima kasih kepada Harita Nickel karena telah memperhatikan petani di Desa Buton. “Terima kasih kepada Harita Nickel, sudah memperhatikan dan membantu kami para petani di Desa Buton,” tutupnya. (Rd).






