Menurutnya, dari hasil misi dagang kedua daerah dengan transaksi mencapai Rp 450 Miliar.
“Pentingnya memperkuat hubungan perdagangan yang lebih berimbang antara kedua provinsi. Neraca perdagangan selalu surplus di pihak Jawa Timur. Ini saatnya Maluku Utara meningkatkan ekspor dan menekan defisit perdagangan,” katanya.
Ia menuturkan , saat ini Maluku Utara mengekspor berbagai komoditas ke Jawa Timur, seperti, Rempah-rempah pala, bunga pala, kapulaga dan asil perikanan (ikan beku, daging ikan, Kayu, kelapa, dan kakao, Skrap logam besi dan aluminium.
“Produk Jawa Timur yang masuk ke Maluku Utara meliputi, Kendaraan bermotor dan barang manufaktur, Besi dan baja, BBM dan minyak petroleum, Beras, ayam potong, telur, dan produk pangan beku, Sedangkan disektor pertanian yaitu nenas jumbo organik yang berasal dari jember,” jelasnya.






