Peristiwa itu bermula saat Julfikram merekam bentrokan antara massa aksi dan Satpol PP. Tiba-tiba Seorang anggota Satpol PP melarang Julfikaram untuk merekam video bentrokan.
Namun, Julfikaram mengabaikan larangan tersebut kemudian dipukul seorang anggota Satpol PP.
“Saya ambil video dari luar pagar kantor wali kota. Saat merekam, Satpol PP melarang dan memukul tangan saya. Setelah itu, saya dipukuli di tengah kerumunan masa aksi, padahal saya sudah memakai kartu identitas wartawan,” kata Julfikram.






