Menurut Dharma, tantangan eksplorasi emas saat ini semakin kompleks sehingga pemanfaatan data geokimia secara optimal menjadi salah satu kunci dalam menemukan mineralisasi baru sekaligus meningkatkan efisiensi pengolahan bijih.
“Sinergi antara pemahaman geologi dasar, validitas data melalui QA/QC, dan pemanfaatan alat analitik modern merupakan kunci utama untuk meningkatkan efisiensi pertambangan emas saat ini. Ke depan, saya berharap penerapan ilmu geokimia di industri pertambangan Indonesia dapat semakin terintegrasi secara menyeluruh, mulai dari tahap eksplorasi hingga ekstraksi. Pembelajaran dari studi kasus komprehensif, seperti Endapan Gosowong di Halmahera, diharapkan dapat mendorong lahirnya penemuan-penemuan endapan emas baru di Indonesia sekaligus mengoptimalkan efisiensi proses ekstraksinya,” ujar Dharma.







