“Penyuluhan hukum seperti ini sangat penting agar adik-adik dapat memahami batasan dan konsekuensi dari setiap tindakan, termasuk penggunaan media sosial, pergaulan dan kenakalan remaja, hingga isu-isu hukum yang dekat dengan lingkungan sekolah,” ujarnya di depan para siswa-siswi.
Juru bicara Kejati Malut itu juga mengajak para siswa-siswi untuk menjadi generasi yang cerdas, bijak, dan disiplin dalam menaati aturan, baik di sekolah maupun di tengah-tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar dan menjadi bekal bagi adik-adik untuk lebih memahami serta menghargai hukum,” pungkasnya. (rd).






