Ketua Yayasan Al Qohhar, Kartono menegaskan, semua ini tidak lepas dari kepedulian Haji Robert:
“Beliau selalu mengingatkan bahwa anak-anak yatim tidak boleh dibiarkan berjalan tanpa arah setelah lulus SMA. Dengan program ini, kami berharap kehidupan mereka bisa jaid jauh lebih baik, dari penerima zakat menjadi pemberi zakat, dari penerima bantuan menjadi pribadi yang memberi kontribusi bagi banyak orang,” ujarnya.
Al-Qohhar dan Universitas Binawan juga bekerja sama mengadakan program asesmen psikologi mingguan untuk menggali potensi dan kebutuhan masing-masing anak.
“Nanti kita bisa lihat, apakah ada anak yang punya luka masa kecil, atau kebutuhan lainnya untuk kita bantu tangani,” tambah Kartono.






