Gubernur mengingat kembali pertemuannya dengan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Maluku Mei lalu di Sofifi, yang menyampaikan berbagai manfaat program jaminan sosial. Namun, masih banyak pekerja yang belum mendaftar atau melanjutkan secara mandiri karena kurangnya informasi atau kesadaran.
“Dengan iuran hanya Rp16.800 per bulan, jaminan ketenagakerjaan bisa menyelamatkan masa depan satu keluarga. Ini bukan sekadar program teknis, tapi gerakan kemanusiaan,” tegasnya.
Gubernur Sherly menegaskan pentingnya integrasi data pekerja rentan dan sinergi lintas sektor, mulai dari Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Pendidikan, dan sektor swasta. Ia juga mendorong keterlibatan P3K, guru SMA, perangkat desa, dan RT/RW, serta program “Bapak Angkat” di kabupaten/kota untuk menjangkau pekerja informal dan miskin ekstrem.







