“Ketika saya konfirmasi, dia (Kadispora) bilang itu Kepala BPKAD dan Bepplitbangda yang memberikan pagu anggara Dispora tahun 2024, sebab bukan mereka yang usulkan. Ini juga bukti kalau Kadispora kembali salahkan kepala BPKAD dan Bappelitbangda, seorang kepala dinas yang selalu cuci tangan,” tandasnya.
Tidak hanya, SIWO PWI Maluku Utara telah mengusulakan Walikota Ternate untuk menerima penghargaan sebagai wali kota peduli olahraga, tapi tidak direspon sama sekali oleh Kadispora bahkan seakan membuang tanggung jawab kepada isntansi lain yang bukan tupoksinya.
Faujan berharap, Wali Kota Ternate tidak perlu mempertahankan kepala dinas seperti Sutopo Abdullah yang selalu melepas tanggung jawab.
“Kami minta pak wali segera copot Sutopo Abdullah dari jabatannya, karena tidak layak menjadi seorang kepala dinas saperti itu. Kami di KONI sangat kesulitan membangun komunikasi dengan yang bersangkutan, ini juga sama dengan teman-teman di organisasi kepemudaan,” tutupnya. (Zr).






